Pages

2/28/2018

Pengertian dan Contoh Personality Adjectives

Hello sobat, pada kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas sebuah tema yang mana sobat semua pasti sudah pernah mendengarnya. Yups, yaitu tentang Personality Adjectives. Nah, apa itu Personality Adjectives dan apa saja contoh-contoh Personality Adjectives ini?? Yuk simak pembahasan berikut ini.

Personality adjectives adalah kata sifat yang kita gunakan untuk menggambarkan seseorang dan karakter atau kepribadian mereka. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Salah satu dari kita mungkin baik dan suka membantu orang lain. Sedangkan yang lainnya mungkin malas dan lebih suka tidur dari pada bekerja.

Personality adjectives menjawab pertanyaan dari "What is he like?"

Lihatlah contoh personality adjectives di bawah ini yang menggunakan kata "polite" :

  • John is polite. John seems polite. (John sopan. John tampak sopan).
  • John has a polite character. (John memiliki kepribadian yang sopan).
  • He is a polite person. I like polite men. (Dia adalah orang yang sopan. Saya suka pria sopan).
  • I wish you were as polite as John. If you were more polite I might marry you. (Kuharap kamu sama sopannya dengan John. Jika kamu lebih sopan, saya mungkin akan menikah dengan kamu).
Personality adjectives secara kasar dapat dibagi menjadi "baik" dan "buruk" atau positif dan negatif.

Baca juga tentang Positive Personality Adjective dan Negative Personality Adjective

Note:
Adjectives seperti tall, short, fat ataupun thin bukanlah personality adjectives karena adjectives menggambarkan bentuk fisik seseorang, bukan kepribadian/karakternya. Adjectives menjawab pertanyaan dari "What does he look like?"

Read more about the Adjective  

Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

2/27/2018

Room vs Chamber: Ini Dia Bedanya!


Hello sobat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas kosakata bahasa inggris yang memiliki Kedekatan Makna. Yups, yaitu mengenai room dan chamber. By the way, sobat sudah tahu belum di mana letak perbedaannya? Simak dulu yuk penjelasan berikut!


ROOM

Kata ini berarti kamar atau ruangan. Cambridge Advanced Learner's Dictionary menjelaskan bahwa room adalah a part of the inside of a building that is separated from other parts by walls, floor and ceiling. Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa indonesia berarti "bagian dalam bangunan yang terpisah dari bagian lain oleh dinding, lantai dan langit-langit/plafon." Definisi tersebut jelas merujuk pada kamar atau ruangan. Jadi, room ini merupakan kata yang sangat umum (kata yang biasa sobat gunakan dalam kehidupan sehari-hari).

Dilihat dari sisi fungsi, CALD juga menjelaskan bahwa room is also used as a combining form. Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa indonesia berarti "room juga digunakan sebagai bentuk penggabungan." Contoh: bedroom, bathroom, dining-room, living-room, newsroom, classroom, hotel room, etc.

Berikut adalah beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata room:
  • She's waiting for you in the conference room upstairs (dia menunggumu di ruang konferensi di lantai atas).
  • The room was dimly lit (Ruangan itu samar-samar).
  • I think this room has got a lot of facilities (saya pikir ruangan ini sudah mendapat banyak fasilitas).
  • Hotel guests are requested to vacate their rooms by twelve noon (tamu hotel diminta untuk mengosongkan kamar mereka pada pukul dua belas siang).
  • We asked for adjoining rooms (Kami meminta kamar sebelah).

CHAMBER

Kata ini mempunyai beberapa makna, diantaranya kamar atau ruangan. CALD menjelaskan bahwa chamber adalah a room used for a special or official purpose, or a group of people who form (part of) a parliament. Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa indonesia berarti "sebuah ruangan yang digunakan untuk tujuan khusus atau resmi, atau sekelompok orang yang membentuk (bagian dari) sebuah parlemen. Dari definisi tersebut bisa kita simpulkan bahwa chamber ini lebih bersifat formal jika dibandingkan room yang bersifat informal.

Berikut adalah contoh kalimat yang menggunakan kata chamber:
  • There are two chambers in the British parliament - the House of Commons is the lower chamber, and the House of Lords is the upper chamber (ada dua ruangan di parlemen Inggris - House of Commons adalah majelis rendah, dan House of Lords adalah majelis tinggi).
Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

2/26/2018

Pengertian, Jenis, dan Contoh Phrase


Oke sobat, pada kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas sebuah tema yang mana sobat semua pasti sudah pernah mendengarnya. Yups, yaitu tentang Phrase. Nah, apa itu Phrase dan apa saja sih jenis-jenis Phrase ini?? Yuk simak pembahasan berikut ini.


Pengertian

Dalam bahasa inggris, Phrase is a small group of words standing together as a conceptual unit, typically forming a component of a clause. Dengan kata lain, phrase merupakan bentuk rangkaian kata dalam bahasa inggris yang memiliki sebuah makna namun tidak memiliki bentuk atau pola tertentu dalam bahasa inggris seperti subject dan juga verb .


Jenis-Jenis Phrase

Noun Phrase
Merupakan sebuah kata yang intinya adalah noun atau kata benda.
Contoh :
  • Animals need water.
  • Who ate the last sandwich?
  • All passengers with tickets can board now.

Verb Phrase
Verb phrase (VP, juga biasa disebut dengan "verb group"). Verb phrase ini terdiri dari main verb dan helping verb (termasuk modalnya).
Contoh:
  • We have been working since 9am.
  • I will be going to France next week.
  • It may have been being repaired.

Adjective Phrase
Merupakan sebuah kata yang intinya adalah adjective atau kata sifat.
Contoh:
  • He has clever ideas.
  • It was a very big meal.
  • The students were really bored with the film.

Adverb Phrase
Adverb phrase merupakan bentuk phrase dalam bahasa inggris yang difungsikan sebagai sebuah adverb atau kata keterangan dalam bahasa inggris.
Contoh:
  • Please do it now.
  • He spoke very softly.
  • They did it as fast as possible.

Prepositional Phrase
Merupakan sebuah kata yang intinya adalah preposition atau kata depan dalam bahasa inggris.
Contoh :
  • They were arguing about money.
  • The window was behind a large brown sofa.
  • They resumed after an unusually large meal.

Gerund Phrase
Merupakan sebuah kata yang intinya adalah gerund atau verb-Ing dalam bahasa inggris.
Contoh :
  • We are drinking tea together in the afternoon (kami minum teh bersama sama di sore hari)
  • It is nice speaking to hear (ini adalah pembicaraan yang indah untuk di dengar)
  • We are drinking coffee in the cafe (kami minum kopi di kafe)

To Infinitive Phrase
Merupakan sebuah kata yang intinya adalah To Infinitive dalam bahasa inggris.
Contoh :
  • Too call you need a brave (untuk menelepon mu butuh keberanian)
  • To miss you, I should write a letter (untuk merindukan mu, aku harus menulis sebuah surat)
  • To help you, I need money (untuk membantu mu, aku butuh uang)

Participle Phrase
Merupakan sebuah kata yang intinya adalah participle dalam bahasa inggris.
Contoh :
  • The woman cooking a food is me (seorang wanita memasak sebuah makanan untuk ku)
  • A man drinking a cup of coffee is my father (seorang laki-laki yang meminum secangkir kopi adalah ayahku)
  • The book  given to me is yours (buku yang diberikan padaku adalah milik mu)
Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

2/25/2018

Pengertian, Macam, Penggunaan, dan Contoh Helping Verbs


Helping verbs juga biasa disebut dengan "auxiliary verbs".

Helping verb merupakan kata kerja yang digunakan sebelum main verb (kata kerja utama) di dalam suatu kalimat untuk memodifikasi makna dari kata kerja utama (main verb) tersebut. Helping verbs ini terbagi menjadi dua kelompok dasar, yaitu:

Baca juga tentang Verb and Main Verb


1. Primary helping verbs (3 verbs)

Ada verbs be, do, dan have. Perhatikan bahwa kita bisa menggunakan tiga verb ini sebagai helping verbs atau sebagai main verbs. Dalam pembahasan kali ini kita akan menggunakan verbs itu sebagai helping verbs. Kita bisa ambil contoh:

be (am, is, are, was, were, be, being, been)
  • untuk membuat continuous tenses (He is playing basketball.)
  • untuk membuat kalimat passive (Small fish are eaten by big fish.)
have (have, has, had)
  • untuk membuat perfect tenses (I have finished my homework.)
do (do, does, did)
  • untuk membuat kalimat negatives (I do not like you.)
  • untuk menanyakan sesuatu (Do you want some coffee?)
  • untuk menunjukkan rasa simpati (I do want you to pass your exam.)
  • sebagai pendiri untuk sebuah main verb dalam beberapa susunan (He speaks faster than she does.)
Baca juga tentang 16 Tenses and Passive Voice


2. Modal helping verbs (10 verbs)

Kita menggunakan modal helping verbs untuk "memodifikasi" arti dari main verb dalam beberapa cara. Modal helping verb mengekspresikan kebutuhan atau kemungkinan, dan merubah arti dari main verb (kata kerja utama).  Berikut ini adalah yang termasuk modal verbs:
  • can, could
  • may, might
  • will, would,
  • shall, should
  • must
  • ought to
Berikut ini beberapa contoh penggunaan modal verbs:
  • I can't speak Chinese.
  • John may arrive late.
  • Would you like a cup of coffee?
  • You should see a doctor.
  • I really must go now.
Baca juga tentang Modal Auxiliary

Semi-modal verbs (3 verbs)

Kata kerja berikut ini sering disebut "semi-modals" karena mereka sebagian seperti modal helping verbs dan sebagian seperti main verbs:
  • need
  • dare 
  • used to
Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

2/24/2018

Wow!!! Ini Dia Penjelasan Terlengkap Tentang Main Verb!


Main verbs memiliki makna tersendiri (tidak seperti halnya helping verb ). Main verbs ini berjumlah ribuan. Jadi, sobat bisa mengklasifikasikannya dalam beberapa cara:


Transitive and Intransitive Verbs

Transitive Verb merupakan kata kerja yang diikuti direct object (objek langsung) untuk menerima aksi dari subject sedangkan Intransitive Verb merupakan kata kerja yang tidak diikuti oleh direct object sebagai penerima aksi (contoh: arrive, go, cry) karena memang aksi yang dilakukan tidak melibatkan direct object.

Contoh: 

transitive:
  • I saw a mouse (saya melihat seekor tikus)
  • We are playing football (kami sedang bermain bola kaki)
intransitive:
  • He has arrived (dia telah tiba)
  • She speaks fast (dia berbicara cepat)

Linking Verbs

Linking verb adalah kata kerja yang menghubungkan subject dengan gambaran atau deskripsi tentang subject tersebut. Beda halnya dengan main verb yang dapat menunjukkan tindakan/aksi, linking verb ini selalu bersifat intransitive karena tidak ada obyek langsung yang menerima tindakan/aksi. Dengan kata lain, linking verb ini hanya berfungsi sebagai penghubung saja. Biasanya, Linking Verb ini menunjukkan kesetaraan (=) atau perubahan ke keadaan atau tempat yang berbeda (→). Linking Verb ini selalu intransitif (tapi tidak semua Intransive Verb adalah Linking Verb).
Contoh:
  • Zulfa is a teacher. (zulfa = teacher)
  • Zizi is beautiful. (zizi = beautiful)
  • That sounds interesting. (that = interesting)
  • The sky became dark. (the sky → dark)
  • The bread has gone bad. (bread → bad)
Read more about the Linking Verb


Dynamic and Stative Verbs

Dynamic Verb atau dikenal dengan sebutan Action Verb adalah kata kerja yang dimana masih dalam progress atau kejadian yang sedang berlangsung yang sedang dilakukan oleh pelaku atau subjek sedangkan Stative Verb adalah kata kerja yang dihasilkan berdasarkan perasaan, kondisi , emosi, mental yang tidak atau cenderung berubah.panca indera, wujud , ukuran dan kepemilikan atau bisa dikatakan sebagai kata kerja abstrak.

Contoh dynamic verbs:
  • hit, explode, fight, run, go
Contoh stative verbs:
  • be
  • like, love, prefer, wish
  • impress, please, surprise
  • hear, see, sound
  • belong to, consist of, contain, include, need
  • appear, resemble, seem

Regular and Irregular Verbs

Regular Verb merupakan kata kerja yang berubah secara teratur karena tenses kalimatnya berubah. Biasanya sebuah kata kerja yang teratur diberi tambahan [ed] sedangkan Irregular Verb merupakan kata kerja yang berubah karena tensesnya dalam bentuk yang tidak teratur, sehingga tidak dapat diketahui Verb II dan III nya kecuali melihat pada kamus. misal : go > went > gone.

regular verbs: base, past tense, past participle
  • look, looked, looked
  • work, worked, worked
irregular verbs: base, past tense, past participle
  • buy, bought, bought
  • cut, cut, cut
  • do, did, done
Read more about the Verb

Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

2/23/2018

Home vs House: Ini Dia Bedanya!


Sobat pasti sering sekali menemukan kata home dan house dalam bahasa Inggris. Well, keduanya memang mempunyai arti yang sama, yaitu rumah. Eits, meskipun sama, akan tetapi keduanya memiliki makna yang berbeda lho. Sobat sudah tahu belum di mana letak perbedaannya? Simak dulu yuk penjelasan berikut!


HOME

Cambridge Advanced Learner's Dictionary menjelaskan bahwa home adalah "someone's place of origin, or the place where a person feels they belong" jika kita terjemahkan ke dalam bahasa indonesia home ini berarti "tempat asal seseorang, atau tempat di mana seseorang merasa berada." Dari pengertian tersebut bisa kita simpulkan bahwa home ini memiliki makna yang lebih mendalam dan berkaitan dengan emosional. Home juga menunjukan dimana seseorang terikat secara emosional, ia bisa merasakan bahagia, sedih, dan juga merasakan canda tawa. dengan artian lain, home di tujukan untuk seseorang yang bisa membuatnya nyaman.

Contoh :
  • Pekanbaru is my home (pekanbaru adalah rumahku)
  • I am longing my home (aku rindu rumahku)
  • Home is not home without mother (rumah bukanlah rumah jika tanpa ibu)
  • What do you do in your home at holiday? (apa yang kamu lakukan di rumah pada hari libur?)
  • The beautiful place in the world is home (tempat terindah di dunia adalah rumah)
  • Will you get me back to the home, soon? (akankah kamu mengembalikan aku kerumah dengan segera?)

HOUSE

House juga berarti rumah. Namun house disini lebih menekan kan pada bangunan fisik di bandingkan dengan ikatan secara emosional. suatu tempat bisa kita sebut house apabila kita tinggal di tempat tersebut dan tidak bergantung dari ada atau tidaknya emosional kita.

Contoh :
  • My office is my second house (kantorku adalah rumah keduaku)
  • I will make my house beautiful (aku akan membuat rumahku cantik)
  • take me to your house (bawa aku ke rumah mu)
  • where is your house? (dimana rumahmu?)
  • my father buys the new house (ayahku membeli rumah baru)
  • I like the colour of your house (aku menyukai warna rumah mu)

PHRASE DAN IDIOM TENTANG HOME DAN HOUSE

Home sweet home

Artinya: Tempat yang paling nyaman adalah rumah kita. Biasanya expression ini kita ucapkan saat sampai di depan pintu rumah setelah seharian lelah bekerja, sebagai ungkapan bahwa kita sangat bersyukur bisa sampai rumah dengan selamat.

My home is my paradise

Artinya: rumahku adalah surgaku. Expression ini tidak jauh berbeda dengan contoh di atas. Maknanya yaitu bahwa rumah kita adalah tempat ternyaman bagi kita.

Make a house a home

Artinya: “membuat rumah menjadi nyaman”, umumnya ada ungkapan dalam budaya barat “it takes a woman to make a house a home” yang artinya “dibutuhkan seorang wanita untuk mengubah “house” menjadi “home” ”.

To move house

Artinya: pindah rumah.

Hometown

Artinya: kota asal atau tempat tinggal.


KESIMPULAN

Home dibangun dengan ikatan cinta dan impian sedangkan house dibangun hanya dengan sebatas dinding dan balok tanpa adanya ikatan cinta dan impian.


Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.


Referensi:
  1. CAMBRIDGE Advanced Learner's Dictionary – Third Edition
  2. INI LHO PENJELASAN TENTANG PERBEDAAN HOME DAN HOUSE –http://www.bigbanktheories.com/ini-lho-penjelasan-tentang-perbedaan-home-dan-house/# – Diakses tanggal 23 Februari 2018
  3. Pengertian Perbedaan Mendasar antara ‘House’ dan ‘Home’ yang Wajib Kita Tau –http://www.kuliahbahasainggris.com/perbedaan-mendasar-antara-house-dan-home-yang-wajib-kita-tau/ – Diakses tanggal 23 Februari 2018

2/22/2018

Pengertian, Penggunaan, dan Contoh Conditional

Oke sobat, pada kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas sebuah tema yang mana sobat semua pasti sudah pernah mendengarnya. Yups, yaitu tentang conditional. Nah, apa itu Conditional dan kapan digunakannya Conditional ini?? Yuk simak pembahasan berikut ini.


Conditionals

Conditional Sentences adalah bentuk kalimat bahasa Inggris untuk menyatakan pengandaian. Dalam bahasa Indonesia, kita sering mengucapkan kalimat yang mana tujuannya untuk mengandaikan sesuatu hal yang telah terjadi atau akan terjadi. Andaikan saya pulang lebih cepat, maka saya tidak akan kehujanan. Andai saya belajar lebih giat, maka saya bisa masuk universitas yang saya inginkan. Kondisi-kondisi tersebut juga diatur penulisannya secara khusus dalam bahasa Inggris, yang disebut dengan conditional sentences atau kalimat pengandaian.

Ada beberapa struktur dalam bahasa Inggris yang kita sebut conditionals atau if conditionals. Kata "condition" berarti "situasi atau keadaan". Jika kondisi tertentu benar, maka hasil tertentu terjadi:

Dalam bahasa Inggris terdapat tiga dasar conditional dan ada juga tambahannya yaitu zero conditional. 

conditional type
usage
if-clause
main-clause
1
possible condition + probable result
simple present
will + infinitive
2
hypothetical condition + possible result
simple past
would + infinitive
3
expired past condition + possible past result
past perfect
would have + past participle
0
real condition + inevitable result
simple present
simple present


Structure of Conditional Sentences

Struktur conditional sangat sederhana. Ada dua kemungkinan mendasar.

Tentu saja, kita bisa menambahkan banyak kata dan bisa menggunakan berbagai tenses, tapi struktur dasar mengenai conditional ini biasanya seperti ini:

if
condition
result
if
I see her,
I will tell her.
atau seperti ini:

result
if
condition
I will tell her
if
I see her.
Perhatikan bahwa tanda koma "," hanya terdapat pada kalimat pertama (koma selalu tepat digunakan dalam kasus ini, tapi tidak selalu penting jika kalimatnya singkat.) Sedangkan pada kalimat kedua biasanya kita tidak menggunakan koma.


First Conditional

First Conditional merupakan salah satu jenis conditional sentence yang digunakan ketika result (hasil/akibat) dari condition (kondisi) tersebut memiliki kemungkinan untuk terwujud di masa depan. Dengan kata lain, First Conditional ini digunakan untuk membicarakan hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan. Tentu saja, kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi ini menggambarkan hal-hal yang mungkin terjadi.

Contoh:

if
condition
result

Simple Present
Will + Infinitive
If
(jika)
it rains,
(hujan),
will stay at home.
(saya akan tetap dirumah).

Read more about the First Conditional


Second Conditional

Second Conditional merupakan salah satu jenis conditional sentence yang digunakan ketika result (hasil/akibat) dari condition (kondisi) tersebut tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi di masa sekarang (present unreal situation) atau condition-nya sulit untuk dipenuhi di masa depan (unlikely to happen). Yang terpenting mengenai Second Conditional ini adalah adanya kemungkinan nyata bahwa kondisinya akan terjadi.

Second Conditional ini menggunakan simple past tense sesudah if, kemudian di susul dengan 'would' dan infinitive.

Contoh:

if
condition
result

Simple Past
would + infinitive
If
(jika)
won the lottery,
(saya memenangkan undian),
would buy a car.
(saya mungkin akan membeli sebuah mobil). 
Dari contoh diatas bisa kita simpulkan bahwa jika sobat tidak memiliki undian. Mungkinkah sobat bakal menang? Tentu saja tidak! Tidak ada undian, tidak ada kemenangan! Tapi mungkin sobat akan membeli undian di masa depan/suatu hari nanti. Jadi sobat bisa berpikir untuk menang di masa depan/suatu hari nanti, seperti halnya mimpi. Ini tidak terlalu nyata, tapi masih mungkin.

Read more about the Second Conditional


Third Conditional

Third Conditional merupakan salah satu jenis conditional sentence yang digunakan ketika result (hasil/akibat) dari condition (kondisi) tersebut tidak ada kemungkinan terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Third Conditional ini menggunakan past perfect sesudah if, kemudian di susul dengan 'would have' dan past participle.

Contoh:

if
condition
result

Past Perfect
would have + past participle
If
(jika)
had won the lottery,
(saya menang undian tersebut),
would have bought a car.
(saya akan membeli sebuah mobil).
Faktanya: you did not win (kamu tidak menang). :-(

Read more about the Third Conditional


Zero Conditional

Kita menggunakan apa yang disebut dengan ZERO Conditional ini bila akibat dari kondisi selalu benar atau pasti terjadi, seperti fakta ilmiah, kebenaran umum dan aktivitas yang berupa kebiasaan. Oleh karena itulah ZERO Conditional ini dinyatakan dalam bentuk simple present tense dikedua sisi clause nya.

Contoh:

if
condition
result

Simple Present
Simple Present
If
you freeze water,
it becomes a solid.
Read more about the Zero Conditional


Kesimpulan

Berikut ini adalah tabel untuk membantu sobat memvisualisasikan dasar-dasar conditional

probability,
conditional
example
time
100%
zero
If you heat ice, it melts.
any
50%
1st
If I win the lottery, I will buy a car.
future
10%
2nd
If I won the lottery, I would buy a car.
future
0%
3rd
If I had won the lottery, I would have bought a car.
past
Terkadang orang menyebut conditionals dengan "if structures" atau "if sentences".

Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

2/21/2018

Pengertian, Penggunaan, dan Contoh Third Conditional




Oke sobat, pada kesempatan kali ini kita akan sama-sama membahas sebuah tema yang berhubungan dengan conditional. Sobat semua pasti sudah pernah mendengar kata conditional sebelumnya dalam bahasa inggris. Namun, pada kesempatan kali ini yang kita bahas adalah Third Conditional. Nah, apa itu Third Conditional dan kapan digunakannya Third Conditional ini?? Yuk kita simak pembahasan berikut ini.

Third Conditional merupakan salah satu jenis conditional sentence yang digunakan ketika result (hasil/akibat) dari condition (kondisi) tersebut tidak ada kemungkinan terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Third Conditional ini menggunakan past perfect sesudah if, kemudian di susul dengan 'would have' dan past participle.

Contoh:

if
condition
result

Past Perfect
would have + past participle
If
(jika)
had won the lottery,
(saya menang undian tersebut),
would have bought a car.
(saya akan membeli sebuah mobil).
Faktanya: you did not win (kamu tidak menang). :-(

Berikut ini beberapa contoh [if condition result] and [result if condition].

if
condition
result

Past Perfect
would have + past participle
If
I had seen Mary,
I would have told her.
If
Tara had been free yesterday,
I would have invited her.
If
they had not passed their exam,
their teacher would have been sad.
If
it had rained yesterday,
would you have stayed at home?
If
it had rained yesterday,
what would you have done?

result
if
condition
would have + past participle

Past Perfect
I would have told Mary
if
I had seen her.
I would have invited Tara
if
she had been free yesterday.
Their teacher would have been sad
if
they had not passed their exam.
Would you have stayed at home
if
it had rained yesterday?
What would you have done
if
it had rained yesterday?
Dalam Third Conditional ini sobat bisa mengganti "would have" dengan "should have, could have, dan might have".

Contoh:

  • If you had bought a lottery ticket, you might have won.
Oke sobat, sekian dulu pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Semoga artikel diatas bermanfaat untuk sobat semua dan jangan lupa berkunjung kembali di Studi Bahasa Inggris dan nantikan artikel-artikel bermanfaat lainnya.

www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com